| |
|
|
Management Sekolah Tak Sehat Siswa Besama Guru Kembali Disdik Senin, 04/06/2012 21:26 WIB
SeputarPelalawan.Com -
PANGKALAN KERINCI (SP) –Puluhan guru dari sekolah yang memiliki status Rintisan Sekolah berstandar Internasional (RSBI) itu kembali mendatangi Kantor Disdik Pelalawan. Pada kedatangan kali ini, bukan hanya guru saja yang datang tapi juga diikuti para siswa dan alumni SMKN 1 Pangkalan Kerinci yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Alumni SMKN 1 Pangkalan Kerinci. Hal ini mereka lakukan untuk menindaklanjuti ke Dinas Pendidikan Pelalawan terkait permintaan mereka agar jabatan Plh Kepsek SMKn 1 Pangkalan Kerinci diperpanjang.
Senin kemarin (4/6), dalam aksi demo yang mendapat pengawalan ketat dari puluhan aparat Polres Pelalawan dan Satpol PP ini, tuntutan yang disuarakan oleh orang-orang yang bernaung di bawah SMKN 1 Pangkalan Kerinci ini mengerucut pada penurunan jabatan Kepala Sekolah SMKN 1 Pangkalan Kerinci definitif Drs Muliono Saidi yang notabene dalam waktu nyaris dua tahun ini tak dapat menjalankan tugasnya dikarenakan sakit.
Tak hanya itu, konflik internal sekolah ini juga dipicu dengan didudukkannya anak dan menantu Kepsek definitif untuk menempati jabatan-jabatan strategis sebagai wakil-wakil kepala sekolah. Sehingga akibatnya, kondisi sekolah yang berstatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) itu makin lama makin tak kondusif dalam kegiatan proses belajar-mengajar.
“Managament yang tak sehat ini juga telah menurunkan prestasi para siswa pada ruang lingkup Kabupaten, Provinsi, maupun nasional yang pernah dicapai dengan jujur pada fase sebelumnya,” ujar Ketua Umum IKA SMKN 1 Pangkalan Kerinci, Muhammad Agus Fadli, saat berorasi di hadapan jajaran Dinas Pendidikan Pelalawan, Senin (4/6).
Konflik internal di sekolah tersebut makin bertambah saat Disdik Pelalawan pada tanggal 28 Mei lalu mencabut Surat Perintah Tugas (SPT) Pelaksana Harian (Plh) dengan alasan yang dianggap tak substansial yakni tidak kuatnya Plh Kepala Sekolah untuk menandatangani ijazah siswa-siswi lulusan SMKN 1 Pangkalan Kerinci tahun 2012 ini.
“Dan kami nilai, keputusan dinas ini tidak bijak dan cenderung tergesa-gesa. Keputusan Disdik Pelalawan ini sepertinya tidak memperhatikan surat edaran Kadisdik Provinsi Riau dengan nomor : 431.2/DKP/4.3/2012/1974 tertanggal 23 April 2012, yang salah satu poinnya mengatakn bahwa jika tidak ada kepala sekolah definitf maka SKHUN dan ijazah dapat ditandatangani oleh kepala bidang terkait pada Disdik Kabupaten/Kota setempat,” terangnya.
Di samping itu, sambungnya, sejak masuknya Plh menjadi Kepsek sementara untuk memperbaiki management dan kualitas sekolah ini, kepemimpinan Plh ternyata mampu membawa sekolah ini menjadi kondusif dan mau bersama-sama membangun demi kemajuan sekolah ini. Hal ini dibuktikan dengan masuknya SMKN 1 Pangkalan Kerinci menjadi nominasi Lomba Adiwiyata tingkat nasional yang akan diberikan langsung oleh Presiden SBY.
“Tapi ironisnya, alih-alih pada masanya Plh Pak Syafi’i yang menggenjot sekolah ini untuk mendapatkan Adiwiyata sampai ke nasional, tapi justru Kepsek definitif yang berangkat ke Jakarta. Padahal jangankan ke Jakarta, untuk datang ke sekolah saja Kepsek definitif itu harus tertatih-tatih
bahkan nyaris ditandu, jadi bagaimana bisa beliau yang berangkat ke Jakarta,” jelasnya seraya mengatakan bahwa kembalinya Kepsek definitif ke sekolah meski dalam kondisi yang sakit parah diindikasikan karena paksaan anak dan menantunya yang takut kehilangan jabatan jika Kepsek definitif dilengserkan.
Kondisi ini juga menimbulkan hubungan yang tak harmonis antara seluruh guru dengan pimpinan yang dikuasai oleh para anak dan menantu Kepsek definitif. Keprihatinan seperti ini yang membuat jajaran guru, murid bahkan IKA SMKN 1 Pangkalan Kerinci untuk menuntut agar Disdik Pelalawan tak memaksakan sang Kepsek definitif untuk tetap bertugas aktif di sekolah.
“Kita tak tahu, kebobrokan apa yang disembunyikan oleh Disdik Pelalawan karena satu sisi kepsek definitif masih ingin mempertahankan tahtanya meski dengan kondisi yang sakit sementara sisi lain Disdik juga sepertinya masih mengendaki kepsek untuk bertugas aktif,” katanya seraya mengatakan bahwa dikhawatirkan kondisi ini akan berdampak nyata pada kualitas pendidikan anak-anak di sekolah ini.
Karena itu, dalam lembaran tuntutan sikap IKA SMKN 1 Pangkalan Kerinci tertuang rasa keprihatinan mereka atas kembali bertugasnya Kepala SMKN1 Pangkalan Kerinci definitf Drs Mulyono Saidi M.Pd dengan kondisi yang amsih sakit tapi dipaksakan. Kemudian mereka juga menolak tegas praktek kompromi dan pemaksaan kehendak oknum pegawai yang tidak mengindahkan kondisi kesehatan seseorang.
“Terutama kami juga mendesak Disdik Pelalawan untuk secepatnya menyelesaikan konflik internal ini, meminta pada DPRD Pelalawan untuk melanjutkan aspirasi kami dan juga mendesak pada Bupati Pelalawan agar bisa membantu menyelesaikan konflik ini,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini, para pendemo yang diterima oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Pelalawan Abubakar FE menegaskan bahwa pihaknya menerima semua aspirasi yang disampaikan oleh jajaran guru, para siswa dan IKA SMKN 1 Pangkalan Kerinci terkait konflik internal yang terjadi di sekolah tersebut.
Bahkan pihaknya akan kembali mengundang perwakilan dari mereka untuk duduk bersama pada Selasa besok (5/4) untuk menyelesaikan kemelut di skeolah ini.
“Ya, rencananya besok kita akan kembali undang perwakilan dari mereka untuk kembali duduk bersama dengan Pak Kadis guna menyelesaikan persoalan ini,”kata Abubakar seraya menyebutkan bahwa saat ini Kadisdik Pelalawan tengah ke Desa Sungai Ara untuk melakukan peninjauan terkait adanya SMP yang akan dinegerikan.
Disinggung soal tuntutan para pendemo yang menginginkan agar Kepsek definitif tak lagi menjabat sebagai Kepsek dikarenakan kondisinya yang sakit, Abubakar mengatakan bahwa memang Disdik Pelalawan akan meminta agar kondisi kesehatan Muliono Saidi diperiksa oleh tim kesehatan. Jika kondisinya tak memungkinkan untuk meneruskan kepemimpinan di sekolah tersebut maka tentu Disdik akan mengambil kebijakan yang adil.
“Tapi menyelesaikan persoalan ini, jelas tak semudah membalikkan telapak tangan. Pada saat Kamis kemarin (31/5), jajaran guru SMKN 1 Pangkalan Kerinci mendatangi Disdik Pelalawan, kita berjanji akan menyelesaikan persoalan ini satu minggu. Tapi dipicu isu soal keberangkatan Kepsek definitif atau mungkin anak dan mantunya yang berangkat ke Jakarta untuk menerima Adiwiyata, membuat mereka kembali berdemo,” ujarnya.
Sebelum menghadapi para pendemo, Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo beserta Wakapolres sempat menemui Ketua OSIS SMKN 1 Pangkalan Kerinci, Dwi dan satu orang guru di ruangan Sekretaris Disdik Pelalawan. Didampingi Sekretaris Disdik Pelalawan, Abubakar FE, Kapolres Pelalawan secara simpatik menanyakan tujuan dan maksud para pendemo.
Setelah diadakan tanya jawab secara singkat, Kapolres Pelalawan menyerahkan persoalan ini sepenuhnya pada Disdik Pelalawan. Pasalnya, persoalan yang dituntut para pendemo memang adalah persoalan internal yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan Pelalawan. Tapi meski begitu, sampai demo berakhir, Kapolres terus mengawal ketat para pendemo yang tengah menyuarakan aspirasinya itu. *
* (spc) |
ADVETORIAL
Kolaborasi Sawit dan Gaharu, Jaga Keseimbangan Alam
Listrik Masih Jadi Persoalan di Kecamatan Pelalawan
Pangkalan Kerinci Teratas Kasus DBD
Muso Dintunjuk Gantikan Amrul
OSIS SMKN 1 Pangkalan Kerinci Taja Pesantren Kilat
Jalan Lintas Pelalawan-Pangkalan Kerinci Hancur
IRT Aman Dikonsumsi, Diskes Berikan Penyuluhan
Pelaku Usaha Diminta Segera Urus Izinya
Kepala SKPD Diminta Kreatif dan Inovatif
Ancaman Kelestarian Hutan Perlu Diantisipasi |
|
|