header
         
 
 
 
Untitled Document
 
 
Pelalawan Jadi Tuan Rumah
Kejurda Seri II Motor Cross se- Riau
10 Pustaka Desa Akan Terima Bantuan
Markas Polisi Sektor Ukui Terendam
Salurkan Bantuan, Dinsos Koordinasikan Dengan Camat
Tim Tipikor Polda Geledah Kantor Pemkab Pelalawan
Masyarakat Keluhkan Buruknya Pelayanan RSUD Selasih
PT Arara Abadi Perkenalkan Sayuran Organik
Kebakaran Kembali Terjadi di Sorek
6 Rumah Petak dan 1 Gudang Ludes Terbakar
10 Perwira di Polres Pelalawan Serentak Dimutasi
Warga Minta, Pembangunan Box Culvert Tak Asal Jadi
Kacau Balau Proyek di Disdik
Rehab Sekolah, Ganggu Proses Belajar
/ Beranda / Pendidikan /
Harga dan Kulaitas Baju Seragam Tidak Sebanding
Diduga Oknum Sekolah SMK 1 Pangkalan Kerinci Bermain
Kamis, 14/06/2012 21:07 WIB
SeputarPelalawan.Com - PANGKALAN KERINCI (SP)-Sejumlah siswa SMKN 1 Pangkalan Kerinci mengeluhkan soal kualitas baju seragam yang dimilikinya. Pasalnya, jelas terlihat perbedaan kualitas baju seragam saat dirinya masuk ke sekolah itu dengan kualitas baju seragam para siswa yang akan diterima pada tahun ini.

“Jauh sekali bedanya, Bang, kualitas baju seragam yang kami miliki dengan kualitas baju seragam siswa baru yang akan masuk tahun ini,” terangnya.

Hal ini diugkapkan salah seorang siswa yang tak mau disebutkan namanya, Kamis (14/6). Siswa yang enggan disebut namanya tesebut mengatakan, padahal jumlah biaya yang tertera untuk pengadaan baju seragam itu sama nominalnya dengan saat mereka masuk ke sekolah yang sudah berstatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) itu.

Lanjut siswa yang namanya mewanti-wanti minta dirahasiakan itu menjelaskan bahwa kualitas perbedaan itu bisa ditilik dari kualitas bahan dan coraknya untuk tahun ini. Kualitas baju seragam untuk tahun 2010 dan 2011, dari jenis bahan dan coraknya terlihat sekli bukan dari bahan yang berkualitas.

“Waktu saya, kualitas bahan baju seragam dari bahan panas dan training olahraga juga bahannya panas. Tapi kalau untuk siswa yang masuk pada tahun ini, kualitas bajunya selain dari bahan yang halus juga trainingnya adalah kualitas training PON 2012,” keluhnya yang diamini oleh rekan-rekan siswa yang lain.

Dan yang bikin heran, sambungnya, meski pengadaan baju seragam dua tahun lalu dengan tahun ini berbeda dari segi kualitas namun budget yang ditetapkan untuk pengadaan baju seragam itu sama nominalnya. Logikanya, jika budgetnya sama maka kualitas bahan yang diperolehnya pada saat dirinya masuk menjadi siswa baru di sekolah ini, kualitasnya juga sama.

“Tapi yang terjadi tidak seperti itu, kami tak mendapati bahan kualitas yang bagus seperti para siswa yang akan masuk di tahun ini,” ujarnya.

Terlepas dari apapun yang terjadi, lanjutnya, dirinya bersama rekan-rekan siswa yang lain hanya ingin mempertanyakan saja soal kualitas bahan yang berbeda ini sementara jumlah nominal yang dianggarkan dalam pembiayaan baju di sekolah ini sama. Jika kondisinya seperti ini, tak menutup kemungkinan adanya indikasi penilepan uang oleh Ketua Panitia Penerimaan Siswa Baru tahun 2010 dan 2011 lalu yang dipegang oleh Jhon Maireva.

Menanggapi hal ini, Ketua Penerimaan Siswa Baru (PSB) selama dua tahun berturut-turut yakni 2010 dan 2011, Jhon Maireva, mengakui bahwa dirinya memang menjadi Ketua Panitia PSB di dua tahun tersebut. Namun saat ditanya soal keluhan sejumlah siswa terkait kualitas seragam sekolah yang berbeda dengan tahun ini namun dengan anggaran yang sama, Jhon langsung mengelaknya.

“Saya memang menjadi Ketua PSB di dua tahun itu, namun pertanggungjawaban saya hanya sebagai tekhnis pelaksanaan saja sementara untuk urusan kontrak dan MoU segala masacam itu urusan Kepala Sekolah dan Bendahara,” terangnya.

Menurutnya, selama dirinya menjabat sebagai Ketua PSB maka dari mulai tekhnis pelaksanaan sampai segala sesuatunya sudah diatur dan pihaknya bertanggungjawab pada Kepala Sekolah. Dengan kata lain, selama dirinya menjabat sebagai Ketua PSB tahun 2010 dan 2011 maka dirinya tidak terlibat dalam pembuatan seragam beserta MoU-MoU yang lainnya.

“Urusan saya hanya tekhnis saja, mulai dari pengelolaan pendaftaran siswa, seleksi sampai pada pengumuman siswa diterima di sekolah ini,” katanya.

Sementara itu, saat media ini bersama sejumlah rekan-rekan wartawan lain mendatangi sekolah tersebut untuk berjumpa dengan pihak Kepala Sekolah SMKN 1 Pangkalan Kerinci, salah seorang guru mengatakan bahwa kepala sekolah sedang ada di tempat. Namun beberapa saat kemudian, setelah guru tersebut terlihat usai menelpon, baru dikatakan bahwa Kepala Sekolah ternyata sedari pagi tak berada di tempat. Bahkan saat beberapa wartawan menanyakan wakil-wakil sekolah yang bisa menemui untuk bisa dikonfirmasi soal berita ini, ternyata tak ada satu pun dari pihak berkompeten di sekolah tersebut yang mau menjumpai wartawan.* *
()


Wabub Resmi Buka Program GSS
146 Siswa Diajarkan Pola Hidup Sehat
Kacau Balau Proyek di Disdik
Rehab Sekolah, Ganggu Proses Belajar
Bupati Pelalawan Resmikan AKNP
Awal Oktober, Disdik Reposisi Kepsek
Disdik Kembali Gelar UKG Tahap Dua
Dana Sertifikasi Tri Wulan Kedua Dibagikan
Guru, Jembatan Masa Depan
Kadisdik Temui Dikti, AKNP Siap Launching
Bulan Ramadhan, Proses Belajar Tidak Efektif
Koleksi Pustaka Daerah Terus Bertambah
Pengaspalan 16 Km di Kerumutan Batal
CSR Dinilai Tidak Maksimal
Masyarakat Demo PT SLS
Cuaca Bukan Halangan
Masyarakat Ukui Gelar Goro
Lubuk Terap Cup Terkendala, Lapangan Tak Layak
Wabub Resmi Buka Program GSS
Pemda Diminta Serius Bangun Kembali Istana Sayap
146 Siswa Diajarkan Pola Hidup Sehat
Dinas Terkait Abaikan Petani Karet
Kepala BKP Pelalawan, Ir Syahril:
Penyediaan Kebutuhan Pangan Lokal
ADVETORIAL
Wujudkan Kemandirian Pangan Berbasis Pangan Lokal
ADVETORIAL
Kolaborasi Sawit dan Gaharu, Jaga Keseimbangan Alam
ADVETORIAL
Pemda Pelalawan Kembangkan Lahan Hijau Kota
ADVETORIAL
Pelayanan Kesehatan Melalui Jamkesda
edCCopyright 2010 SeputarPelalawan.Com All Rights Reserved