header
         
 
 
 
Untitled Document
 
/ Beranda / Opini /

Mutasi: Antara Kebutuhan, Balas Jasa dan Balas Dendam
Rabu, 18/05/2011 10:00 WIB
SeputarPelalawan.Com - Sebelum dan beberapa saat dilantik dari jabatannya, muncul rumor Bupati Pelalawan HM Harris dan wakil Bupati Pelalawan Drs. H Marwan Ibrahim akan bersih-bersih pejabat. Rencana mutasi besar-besaran itu menyebar luas di kalangan pejabat pemkab dan kalangan dewan setempat.

Sempat juga beredar SMS (pesan singkat) adanya mutasi, tapi soal kebenarannya belum bisa dipertanggung jawabkan. Dari berbagai isu yang berkembang dari kalangan terutama para Kepala Dinas dilingkungan Pemkab Pelalawan akan ada isu mutasi besar besaran.

Tidak tanggung-tanggung bahkan kalangan Mediapun tak luput dari kiriman pesan singkat yang berisi tentang mutasi dilingkungan Pemkab Pelalawan. Bahkan beberapa waktu lalu Penulis juga mendapatkan SMS dari salah seorang pejabat setempat yang mengatakan kalau dirinya juga akan terkena mutasi. Bahkan beberapa orang pejabat dipemkab mengaku telah mendapat bocoran tentang rencana mutasi itu.

Mutasi dalam masa transisi seperti sekarang memang tidak dilarang. Hanya, kebijakan itu dinilai kurang memiliki etika politik yang baik, sebab masa jabatan Bupati dan Wakil masih baru. Mutasi itu juga rawan dijadikan ajang balas dendam dan balas jasa atau memang kebutuhan daerah “ Saya menilai kalau mutasi itu benar maka motifnya bukan profesionalisme Tapi aksi balas dendam atau balas jasa,”.

Mutasi pada prinsipnya dilakukan untuk peningkatan Kinerja. Jika terus dipaksakan oleh Bupati, maka justru kontra produktif terhadap Kinerja Pegawai. Di mana, mutasi hanya akan menimbulkan kecemburuan antar pejabat. Kecemburuan itu akan menimbulkan ketidaknyamanan dalam bekerja sehingga lama kelamaan memunculkan apatisme kerja. “Kalau mutasi tetap dilaksanakan tanpa profesionalisme, itu namanya konyol. Karena akan kontra produktif terhadap kinerja Pegawai dan akan menimbulkan dendam berkepanjangan antara yang dipimpin dengan orang yang memimpin”.

Rencana mutasi yang bakal dilakukan eksekutif dalam rentang waktu terlalu pendek pasca pelantikan merupakan sebuah kebijakan yang kurang bijak. Sebab, mutasi kemungkinan besar hanya digunakan untuk menyelamatkan gerbong pejabat pendukung yang menang dalam Pemiulkada lalu. Sebaliknya, pejabat yang tidak loyal bisa disingkirkan. “ Kalau memang benar ada mutasi, Saya melihatnya mutasi itu antara kebutuhan daerah, ajang balas jasa dan balas dendam,”.

Seharusnya ketakutan akan rumor Bupati Pelalawan HM Harris dan wakil Bupati Pelalawan H Marwan Ibrahim akan bersih-bersih pejabat alias mutasi sudah terjawab. Pasalnya dalam acara pisah sambut antara Pejabat daerah yang baru dilantik dengan Bupati terdahulu H Rustam Effendi, Jum’at (8/4) kemarin terjawab sudah, Kalau Bupati terpilih bersama Wakilnya tidak akan melakukan bersih-bersih pejabat alias mutasi.

“ Untuk memulai tugas ini saya meminta kepada semua kepala dinas atau satker tetap bekerja sesuai dengan tupoksi mereka, terkait adanya isu mutasi jangan di jadikan alasan untuk tidak bekerja maksimal, sebab hal itu tidak akan Kami lakukan secepat itu “ Ujar Marwan. dalam sambutan acara malam ramah tamah.

Justru dirinya mengajak bersama-sama untuk bisa membangun Kabupaten Pelalawan kedepan sebagai seorang Wakil Bupati dirinya akan tetap melaksanakan tugas dan membantu Bupati dalam menjalankan tugas kesehariannya.

“ Saya akan senantiasa membantu Bupati dalam menjalankan tugas kesehariannya namun akan lebih banyak melakukan pembinaan kedalam sesuai dengan pengalaman birokrasi Saya, dan sebagai langkah awal kedisiplinan pegawai akan kita tingkatkan lagi,” Ujarnya.

Tapi kenyataan berkata lain, belum lama pernyataan itu dilontarkan oleh pejabat tersebut, yang tadinya hanya Isu berubah menjadi kenyataan. Pada tanggal 11 Mei 2011 lalu telah terjadi perombakan kabinet atau perubahaan SOTK Jilid pertama, namun apa yang terjadi memang betul pejabat-pejabat yang berseberangan pada Pemilukada lalu tergusurkan sehingga keluar kata-kata bijak dari pejabat yang diberhentikan.

“Kalau mutiara dijatuhkan tetap akan bersinar walaupun dalam lumpur hanya waktu menjawab nantinya ,” ujar pejabat tersebut.

Pejabat yang dilantik juga tidak pada tempatnya sesuai ilmu dan keahliannya seperti, Kadis Pertanian dijabat oleh Magister Manajemen seharusnya orang yang mempunyai ilmu dan pengalaman dibidang pertanian ditempatkan. Tapi yang lebih menakutkan lagi apabila mutasi gelombang ke dua terjadi dengan pola yang sama menempatkan pejabat tidak sesuai dengan prinsip Profesionalisme dan masih dengan pola balas dendam maupun balas jasa.

Puluhan ribu rakyat Pelalawan menanti gebrakan baru Sang pemimpin Pelalawan dibawah komando HM.Harris dan Drs H.Marwan Ibrahim. Mudah-mudahan Kalau terjadi perombakan kabinet gelombang ke dua benar-benar atas dasar kebutuhan organisasi untuk meningkat kinerja Pemerintah di mata rakyatnya, Wallahulalam,...??? *


oleh : (Asnol Mubarack. S.Sos)
Kontroversi Selisih Suara Pemilukada Pelalawan
Nasib Rakyat Pelalawan di Tangan Har-Wan
Kesantunan Pemilukada
Pemilukada Pelalawan
Masyarakat Pelalawan Menanti Pemimpin Sekaliber Azmun
Pertanggungjawaban Seorang Pemimpin Pasti Diminta
Copyright 2010 SeputarPelalawan.Com All Rights Reserved